EFEKTIVITAS PEMBERIAN BOREH JAHE TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH ASI DI RSUD CIMACAN
Keywords:
boreh jahe, melancarkan ASI, ibu post partum.Abstract
Data dari UNICEF (2023) menunjukkan bahwa hanya 32,65% bayi yang menerima ASI eksklusif dalam enam bulan pertama kehidupan mereka. Target untuk ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari angka 80%, hanya mencapai 73,1%. Menurut informasi dari Jawa Barat pada tahun 2022, tingkat ASI eksklusif baru mencapai 69,3%. Salah satu masalah yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif adalah penurunan produksi ASI hingga dapat menyebabkan penghentian produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa efektif boreh jahe dalam meningkatkan jumlah produksi ASI. Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Populasi yang diteliti meliputi ibu-ibu menyusui di ruang nifas RSUD Cimacan pada bulan Maret dan April 2024, dengan total sampel sebanyak 30 responden. Setelah diberikan boreh jahe, semua responden (100%) mengalami peningkatan jumlah produksi ASI. Hasil analisis statistik menunjukkan P value = 0,000, yang menandakan bahwa boreh jahe memiliki dampak positif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu pasca-persalinan di RSUD Cimacan selama periode Maret hingga April 2024. Oleh karena itu, terapi boreh jahe dapat menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah ASI bagi ibu yang menyusui. Diharapkan agar ibu pasca-persalinan yang mengalami masalah dengan rendahnya jumlah ASI dapat melakukan boreh jahe secara rutin sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah produksi ASI.
