Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan WUS tentang Kehamilan Usia Berisiko pada Alumni SMAIT Pondok Pesantren Al-Izzah Sukabumi Tahun 2025

Authors

  • Luthfiyyah Afaf Universitas Respati Indonesia
  • Suryanih Universitas Respati Indonesia
  • Santi Agustina Universitas Respati Indonesia
  • Yenni Ariestanti Universitas Respati Indonesia
  • Titik Widayati Universitas Respati Indonesia
  • Neneng Hasanah Universitas Respati Indonesia
  • Erliana Ulfa Universitas Respati Indonesia
  • Dewi Nawang Sari Universitas Respati Indonesia

Keywords:

Pengetahuan, wanita usia subur, kehamilan usia tua, kehamilan usia berisiko

Abstract

Kehamilan pada usia tua (≥35 tahun) berisiko tinggi terhadap komplikasi maternal maupun perinatal. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesiapan wanita usia subur (WUS) dalam menghadapi risiko tersebut adalah tingkat pengetahuan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 alumni SMAIT Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Izzah Sukabumi menunjukkan bahwa 6 orang (60%) tidak mengetahui risiko kehamilan usia tua, sedangkan hanya 4 orang (40%) yang mengetahui. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan yang dapat berdampak pada kesiapan WUS menghadapi kehamilan di usia tua.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan WUS tentang kehamilan usia berisiko pada alumni SMAIT Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Izzah Sukabumi tahun 2025.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh alumni SMAIT Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Izzah Sukabumi tahun 2016-2023 yang belum menikah, sebanyak 72 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.

Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (84,7%), berpendidikan tinggi, bekerja, dan memiliki akses informasi mengenai kehamilan usia berisiko. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pendidikan (p=0,106) dan pekerjaan (p=0,736) dengan tingkat pengetahuan. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara akses informasi dengan pengetahuan (p=0,012; OR = 6,902).

Dari hasil tersebut disarankan agar WUS meningkatkan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi, khususnya mengenai kehamilan di usia berisiko, serta bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi dan konseling melalui media agar pengetahuan wanita usia subur semakin meningkat.

Downloads

Published

2026-08-03

How to Cite

Luthfiyyah Afaf, Suryanih, Santi Agustina, Yenni Ariestanti, Titik Widayati, Neneng Hasanah, … Dewi Nawang Sari. (2026). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan WUS tentang Kehamilan Usia Berisiko pada Alumni SMAIT Pondok Pesantren Al-Izzah Sukabumi Tahun 2025. Jurnal Ilmiah Penelitian Kebidanan Dan Kesehatan Reproduksi, 9(2), 18–30. Retrieved from https://e-journal.akbid-alikhlas.ac.id/JIPKR/article/view/93