EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA PUTRI KELAS X BERDASARKAN SIKLUS MENSTRUASI DI SMK KESEHATAN AL-IKHLAS CISARUA
Keywords:
Kecemasan, Usia, Siklus Menstruasi, Relaksasi Nafas DalamAbstract
Kecemasan adalah kondisi emosional yang dialami seseorang tanpa objek tertentu, yang dapat muncul dari pengalaman baru seperti masuk sekolah, memulai pekerjaan, atau masa remaja. Salah satu metode pengelolaan diri adalah relaksasi nafas dalam, yang bekerja melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada remaja putri kelas X berdasarkan siklus menstruasi di SMK Kesehatan Al-Ikhlas Cisarua periode Maret–Mei 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi berjumlah 50 orang, dengan 30 orang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah teknik relaksasi nafas dalam, sedangkan variabel terikat adalah tingkat kecemasan, usia, dan siklus menstruasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok remaja tengah usia 14–16 tahun (26 orang; 86,7%) dan memiliki siklus menstruasi teratur (20 orang; 66,7%). Sebelum intervensi, 27 responden (90%) mengalami kecemasan berat; setelah intervensi, sebagian besar menurun menjadi kecemasan ringan (17 orang; 56,7%) dan tidak cemas (5 orang; 16,7%). Uji Paired T-Test menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan (mean pretest 10,47 ± 3,589; mean posttest 4,10 ± 3,315; p < 0,001), dengan efektivitas intervensi tercapai pada 28 responden (93,3%). Disimpulkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkan tingkat kecemasan pada remaja putri dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer non-farmakologis di lingkungan sekolah.
